Anggota Satgas TMMD Kodim 0201/ BS Membajak Sawah Dengan Kerbau

TMMD

Medan – Serma Edi Syahputra Satgas TMMD Kodim 0201/BS salah satu prajurit satgas Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) Ke 109 turut serta membajak sawah milik Bapak Yanto Kelurahan Tanah 600 Kecamatan Medan Marelan menggunakan kerbau. Di sela-sela tugasnya membangun sasaran TMMD, ia ikut andil dalam pendampingan pertanian di lokasi TMMD.

Seperti yang disampaikan Dandim 0201/BS Letkol Inf. Agus Setiandar S.I.P ,tentang tugas-tugas TNI dallam mensukseskan swasembada pangan, ia pun mengintruksikan agar para Babinsa yang tergabung dalam Satgas melakukan pendampingan pertanian sebagai tugas tambahan,” kata Serma Edi Syahputra saat ditemui di area persawahan warga Desa Kelurahan Tanah 600,

Kegiatan membajak sawah yang dilakukan menggunakan alat tradisional masih dilakukan para petani di Desa , warga setempat biasa menyebutnya nyingkal atau membajak sawah dengan kerbau. Para petani Desa sebagian besar masih membajak sawah dengan alat tradisional.

Meski tidak semua petani melakukannya, namun alat bajak menggunakan kerbau ini masih menjadi andalan pengerjaan lahan pertanian sebelum ditanami padi,” ujarnya.

Menurut Serma Edi Syahputra kondisi geografis daerah Desa yang berada di dataran tinggi membuat sejumlah petani enggan menggunakan traktor karena mereka kesulitan jika harus membawa traktor ke persawahan mereka.

Sebagian kondisi areal persawahan berada di lembah-lembah gunung, membuat sebagian petani kesulitan jika harus menaik turunkan traktor ke sawah, jadi mereka lebih memilih menggunakan kerbau untuk membajak sawah,” tuturnya.

Membajak sawah menggunakan kerbau ternyata mendorong Serma Efi Syahputra untuk terjun langsung ke sawah dan memegang kendali kerbau untuk membajak sawah. Menggunakan bajak tradisional, tuturnya dinilai cukup efektif untuk mengerjakan lahan persawahan sebelum ditanami padi.

“Para petani setempat juga menilai bajak tradisional cukup dalam menancap dan membalik tanah dibandingkan dengan bajak mesin, terlebih di beberapa areal persawahan di Desa Karangjambu sering dijumpai batu, sehingga rawan jika menggunakan gigi bajak bermesin,” lanjut Serma Edi Syahputra.

Kondisi demikian memang cukup klasik, imbuhnya penggunaan bajak tradisional memang harus dilakukan dengan sabar dan telaten. Namun, hal tersebut tidaklah menyurutkan semangat Serma Edi Syahputra untuk membantu para petani di sekitar lokasi TMMD.(den)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *